
Pada Hari Senin, 11 Agustus 2025, Bertempat di Bumi Perkemahan Suburu, Desa Bonto Tangnga, Kabupaten Kepulauan Selayar, Hakim Pengadilan Agama Selayar, Bapak Abdi, S.H., menghadiri kegiatan Pembukaan Kemah Gabungan (Kegab).
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar dengan mengusung tema "Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa".
Acara ini Selenggarakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kepulauan Selayar dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kepulauan Selayar (Forkopimda).
Semangat persaudaraan dan kebangsaan tampak menggelora di Lapangan Pemuda Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pagi ini. ratusan anggota Pramuka dari berbagai penjuru kabupaten berkumpul untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Gerakan Pramuka Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar. Tahun ini, peringatan yang bertepatan dengan tanggal 14 Agustus 2025 tersebut mengusung tema besar “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.
Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar, Dr. H. M. Basli Ali, M.Si., yang bertindak selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Selayar. Dalam amanatnya, Bupati menekankan bahwa nilai-nilai kepramukaan bukan hanya sekadar teori, melainkan sebuah praktik nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di usia ke-64 ini, Gerakan Pramuka harus semakin relevan menjawab tantangan zaman. Tema ‘Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa’ sangat tepat. Ketahanan bangsa tidak hanya dibangun di tingkat nasional, tetapi dimulai dari ketahanan keluarga, ketahanan desa, dan ketahanan daerah. Melalui kolaborasi antar golongan, antar generasi, dan dengan seluruh elemen masyarakat, Pramuka dapat menjadi pelopor dalam membangun ketangguhan ini,” ujar Bupati di hadapan seluruh peserta upacara.

Rangkaian acara peringatan HUT kali ini dirancang untuk merefleksikan tema kolaborasi. Tidak hanya upacara, tetapi juga digelar serangkaian kegiatan bakti sosial, penanaman pohon mangrove di pesisir pantai, serta simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan berbagai pihak seperti TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.
Kakwarcab (Ketua Kwartir Cabang) Gerakan Pramuka Selayar, Drs. Andi Malik, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kolaborasi adalah kunci. “Kita hidup di wilayah kepulauan yang membutuhkan gotong royong yang kuat. Melalui kegiatan penanaman mangrove, misalnya, kita tidak hanya berkolaborasi dengan alam untuk mencegah abrasi, tetapi juga bersama-sama dengan nelayan, pemerintah desa, dan organisasi pecinta alam. Ini adalah bentuk nyata membangun ketahanan ekologi dan ekonomi,” jelasnya.
Suasana semakin meriah dengan adanya pameran karya inovasi Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai sekolah, serta berbagai perlombaan keterampilan kepramukaan yang menitikberatkan pada kerja tim, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Dengan semangat Dasa Darma yang terkandung dalam setiap jiwa Pramuka, peringatan HUT ke-64 ini diharapkan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum kebangkitan untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya dalam membangun ketahanan bangsa dari Bumi Tanadoang yang kita cintai ini - (Sumber : @ITPASLY)