Pentingnya Mengenalkan Anggota Tubuh pada Anak Usia Dini
Mungkin bagi sebagian orang tua ada yang berpemahaman bahwa pengenalan anggota tubuh pada anak-anaknya yang masih berumur usia dini belumlah terasa penting sehingga orang tua acap kali mengacuhkan hal ini. Namun, dewasa ini telah banyak pemberitaan perihal eksploitasi seksual yang korbannya adalah anak usia dini dan yang lebih miris lagi ialah pelaku merupakan sosok-sosok yang tidak jauh dari lingkungan kehidupan anak tersebut, baik keluarga maupun tetangga sekitar.

Hal ini harusnya menjadi keprihatinan bagi kita semua untuk mencegah hal-hal yang menjerumus pada eksploitasi tersebut terutama bagi orang tua ataupun tenaga pendidik anak usia dini. Beberapa langkah dapat ditempuh sebagai antisipasi antara lain:
- Pengenalan anggota tubuh kepada anak.
- Menjelaskan kepada anak anggota tubuh mana yang boleh disentuh dan anggota tubuh mana yang tidak boleh disentuh.
- Menjelaskan kepada anak, siapa saja yang boleh bersentuhan kepada anak dan siapa saja yang harus dibatasi bersentuhan kepada anak tersebut.
- Mengajarkan kepada anak untuk berani menolak kepada orang lain yang mengarah pada hal-hal yang tidak semestinya seperti berani berkata tidak, berteriak, ataupun langsung lari meninggalkan orang tersebut.
- Mengajarkan kepada anak untuk selalu terbuka kepada orang tua ataupun gurunya terkait apa yang telah dialami.

Seyogyanya di era sekarang, pengenalan anggota tubuh kepada anak usia dini merupakan hal yang tidak dianggap tabu lagi dan seyogyanya menjadi suatu yang tidak lagi dianggap remeh. Momen pengenalan anggota tubuh ini bisa dilaksanakan orang tua kepada anak pada saat quality time bersama keluarga ketika anak dan orang tua berinteraksi langsung. Orang tua dapat mengenalkan dengan langsung mempraktikan / memperagakan anggota tubuh mana saja yang boleh disentuh, anggota tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh. Juga bisa dengan menggunakan alat bantu visual seperti gambar atau yang lain.
Bagi tenaga pendidik, dapat memberikan materi khusus tentang pengenalan anggota tubuh kepada murid-muridnya. Bisa dengan peragaan sambil bernyanyi, bisa dengan alat bantu visual seperti gambar maupun dengan alat bantu teknologi seperti presentasi atau video dengan bantuan proyektor.
Dengan demikian, anak dari rumah sudah memiliki bekal dan pemahaman tentang anggota tubuhnya sendiri dan di Sekolah diperkuat kembali oleh gurunya sehingga anak tersebut memiliki rasa penjagaan diri yang kuat. Anak semakin kuat pemahamannya tentang anggota tubuhnya, mampu memilih kepada siapa ia bersentuhan, mampu memilah anggota tubuh mana saja yang boleh disentuh, dan apa yang harus dilakukan apabila ada orang lain yang berinteraksi diluar kewajaran.
oleh: Zulfa Khusnul Qotimah, S.Pd.



