Melatih Anak Usia Dini untuk Mengungkapkan dan Mengekspresikan Keinginannya
Nampaknya adalah hal yang biasa-biasa saja mengenai mengungkapkan keinginan. Ya, tentu setiap manusia memiliki keinginan. Jua anak-anak usia dini yang mulai memiliki keinginan dalam dirinya. Setiap orang pasti memiliki keinginan, namun tidak semua orang lihai untuk mengungkapkan keinginan dengan baik.

Mungkin acap kali kita melihat anak yang tantrum kepada orang tuanya, dan pada akhirnya sang anak ngambek karena keinginan sang anak yang tidak terwujud atau tidak sesuai yang ia kehendaki. Perlu kita sebagai orang dewasa memahami suatu hal bahwa, anak sudah memiliki keinginan namun anak masih kurang terlatih dalam mengungkapkan keinginan dengan baik. Anak masih minim tentang kosa kata-kosa kata pengungkapan keinginan dengan baik. Dan anak masih belum terlatih untuk mengekspresikan keinginan atau apa yang ia kehendaki. Tentu anak-anak perlu kita latih bagaimana mengungkapkan, mengkomunikasikan, dan mengekspresikan keinginan atau kehendaknya. Sehingga sebisa mungkin diminalisir terjadinya tantrum, ngambek, memendam perasaan/keinginan, bahkan nekat melakukan apa saja demi keinginannya terwujud.

Adapun beberapa cara melatih anak untuk dapat mengungkapkan, mengkomunikasikan, dan mengekspresikan keinginan antara lain:
- Ketika anak sedang tantrum karena keinginannya tidak terwujud atau tidak sesuai dengan keinginannya, jangan langsung memarahi atau memaksa anak untuk diam. Biarkan emosi tantrum pada anak tersebut reda terlebih dahulu. Dampak memaksa anak yang yantrum untuk diam itu dalam bawah sadar anak masih terdapat simpul simpul emosi namun belum lenyap dengan baik dipaksa untuk baik seketika. Setelah emosi tantrum pada anak reda, barulah menyampaikan kepada anak, menanya, apa yang sebenarnya sang anak inginkan, apa yang sang anak kehendaki.
- Pemberian nasihat secara verbal ketika quality time bersama anak, tentang kosa kata apa saja yang diungkapkan ketika menginginkan sesuatu.
- Memberikan pemahaman bahwa setiap keinginan tidak mesti terwujud pada saat itu juga.
- Memberikan pemahaman bahwa keinginan tidak selalu sesuai dengan apa yang dikehendaki.
Oleh: Zulfa Khusnul Qotimah, S.Pd.



