SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PENGADILAN AGAMA SELAYAR
 

   

Youtube

Facebook

Instagram

 

8 NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA : 1. KEMANDIRIAN | 2. INTEGRITAS | 3. KEJUJURAN | 4. AKUNTABILITAS | 5. RESPONSIBILITAS | 6. KETERBUKAAN | 7. KETIDAKBERPIHAKAN | 8. PERLAKUAN YANG SAMA DI HADAPAN HUKUM
  

PA Selayar Ikuti Mental Health Awareness Secara Daring

Written by Pengadilan Agama Selayar on .

Pengadilan Agama Selayar Ikuti Kegiatan Mental Health Awareness Secara Daring

 

Selayar, 13 Mei 2026 – Pengadilan Agama Selayar mengikuti kegiatan Mental Health Awareness bagi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, bertempat di Media Center Pengadilan Agama Selayar. Kegiatan ini mengusung tema “Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara” dan diikuti oleh para hakim serta seluruh aparatur peradilan agama dari berbagai satuan kerja di Indonesia.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian yang memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun ketahanan diri (resiliensi), serta menjaga keseimbangan emosional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan. Dalam pemaparannya, Ary Ginanjar Agustian menekankan bahwa hakim dan aparatur peradilan agama dituntut untuk memiliki kekuatan mental dan spiritual dalam menghadapi tekanan pekerjaan, dinamika pelayanan publik, serta kompleksitas perkara yang terus berkembang. Dengan mental yang sehat dan kuat, aparatur peradilan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Selayar mampu menjaga kesehatan mental, meningkatkan resiliensi, serta tetap profesional dalam menghadapi dinamika dan kompleksitas pekerjaan di lingkungan peradilan agama. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif, serta menjadi sarana refleksi dan penguatan mental bagi seluruh peserta dalam mendukung terwujudnya peradilan agama yang agung dan berintegritas.